Pemerintah tambah helikopter water bombing padamkan api akibat karhutla di Riau
Pekanbaru-Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah akan menambah 1 unit lagi armada helikopter water bombing untuk memperkuat lima unit helikopter yang telah beroperasi di Riau.
"Tambahan armada udara tersebut saat ini sedang dikoordinasikan dengan Kementerian Pertahanan. Saya segera menelpon pak Menhan dan meminta untuk segera dikirim guna memperkuat lima heli yang sudah beroperasi di Riau,” ujar Raja Juli Antoni, usai menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di GOR Presisi Polda Riau, di Pekanbaru, Jumat.
Menurut dia, satu unit helikopter pemadam yang sebelumnya dipinjamkan ke Provinsi Kalimantan Selatan juga berpeluang ditarik kembali ke Riau. Penarikan armada tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.
Selain itu, katanya, Pemerintah kembali menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 29 Agustus hingga 1 September 2026 guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Langkah darurat ini diambil untuk memicu hujan buatan di atas lahan gambut yang terbakar.
"Pada 29, 30, 31 Agustus 2026 sampai tanggal 1 September 2026, diprediksi ada potensi hujan besar di seluruh Riau,” kata Raja Juli.
Ia menjelaskan bahwa hujan alami maupun buatan merupakan faktor paling efektif dalam memadamkan titik api, khususnya di wilayah gambut. Meskipun demikian, pemerintah tetap mengoptimalkan pemadaman darat dan pemompaan air oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Tambahan armada udara tersebut saat ini sedang dikoordinasikan dengan Kementerian Pertahanan. Saya segera menelpon pak Menhan dan meminta untuk segera dikirim guna memperkuat lima heli yang sudah beroperasi di Riau,” ujar Raja Juli Antoni, usai menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di GOR Presisi Polda Riau, di Pekanbaru, Jumat.
Menurut dia, satu unit helikopter pemadam yang sebelumnya dipinjamkan ke Provinsi Kalimantan Selatan juga berpeluang ditarik kembali ke Riau. Penarikan armada tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.
Selain itu, katanya, Pemerintah kembali menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 29 Agustus hingga 1 September 2026 guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Langkah darurat ini diambil untuk memicu hujan buatan di atas lahan gambut yang terbakar.
"Pada 29, 30, 31 Agustus 2026 sampai tanggal 1 September 2026, diprediksi ada potensi hujan besar di seluruh Riau,” kata Raja Juli.
Ia menjelaskan bahwa hujan alami maupun buatan merupakan faktor paling efektif dalam memadamkan titik api, khususnya di wilayah gambut. Meskipun demikian, pemerintah tetap mengoptimalkan pemadaman darat dan pemompaan air oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).